bintang biru

Selasa, 24 November 2015

Museum Kriptozoologi



Apakah anda pernah percaya dengan yang namanya Yeti, kemudian pegasus dan beberapa makhluk yang dapat dikatakan kebanyakan tahayul atau makhluk mistis yang biasanya kita lihat di dongeng. Pernahkah anda mengatahui kalau untuk mempelajari itu ada disiplin ilmunya kok, mungkin beberapa dari kalian jarang mendengarnya atau mungkin saja baru mengetahui ilmu yang satu ini.

Baiklah ilmu yang mempelajari tentang makhluk yang dapat dikatakan masih belum tahu benar adanya atau tidak itu disebut dengan Kriptozoologi. Kriptozoologi / Cryptozoology berasal dari berasal dari bahasa Yunani, kryptos yang artinya tersembunyi, zoologi sendiri “ilmu tentang hewan”. Secara harfiah, kriptozoologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hewan tersembunyi.
Para kriptozoolog mencari hewan yang keberadaannya belum terbuki, hewan yang punah atau hewan yang dianggap rekayasa dan muncul dalam mitos dan kesaksian banyak pihak.

Hewan yang diteliti dalam ilmu ini disebut kriptid. Kriptozoologi dapat berarti pencarian terhadap hewan yang keberadaannya belum terbukti. Hal ini meliputi pencarian spesimen hidup dari hewan yang dianggap telah punah, misalnya dinosaurus; hewan yang keberadaanya kurang terbuktikan secara fisik namun muncul dalam mitos, legenda, atau dilaporkan, misalnya Bigfoot dan Chupacabra; dan hewan liar yang berada di tempat yang tak lazim sebagai wilayah persebarannya, misalnya kucing hantu atau “ABC” (inisial yang biasa dipakai kriptozoolog untuk Alien Big Cat [kucing besar misterius])


Nah jadi bagi anda yang tertarik untuk disiplin ilmu yang satu ini mungkin perlu untuk mengunjungi yang satu ini, ada salah satu museum yang menyimpan dan memberikan banyak sekali informasi tetnang ilmu ini, silahkan anda mengunjungi Museum Kriptozoologi Internasional di Amerika Serikat. Disebut Museum Kryptozoology karena koleksi yg berada di sini memuat berbagai makhluk legendaris atau yg dinyatakan tak ada oleh biologi mainstream.
Ini merunut pada Cryptozoology yg merupakan studi tentang binatang/makhluk tersembunyi. Koleksi Makhluk Aneh Di Museum Cryptozoology. YETI, Bigfoot, atau monster danau (loch ness),

nama-nama ini sudah wara-wiri di dunia mitos seiring kemisteriusannya dan fakta-fakta yg hingga kini belum terbukti kebenarannya. Meski begitu, keberadaan makhluk yg melegenda ini dimuseumkan oleh Loren Coleman, dan Anda bisa melihatnya di Museum Cryptozoology.
Meski masih merupakan hal yg janggal, Loren Coleman sebagai salah satu ahli Cryptozoology terkemuka di dunia nampaknya mempercayai keberadaan binatang-binatang itu. Selama bertahun-tahun, Coleman mengumpulkan berbagai koleksi spesimen, replika, dan artefak yg berkaitan dengan cryptid. Adapun makhluk lain yg ada di museum ialah coelacanth. Coelacanth adl salah satu jenis ikan yg diperkirakan sudah punah sejak akhir masa Cretaceous, 65 juta tahun yg lalu, sampai sebuah spesimen ditemukan di timur Afrika Selatan.

Adapun di Indonesia bisa ditemukan di Manado Tua, Sulawesi. Satu lagi makhluk aneh lain ialah putri duyung Fiji. makhluk ini digambarkan sebagai sosok gabungan mamalia dan ikan. Penggambaran sosoknya sangat aneh. Selain Bigfoot, putri duyung Fiji, dan coelacanth, masih ada beberapa makhluk aneh lain yg bisa Anda lihat. Bila tertarik melihat berbagai makhluk aneh yg melegenda, anda bisa mengunjungi Museum Cryptozoology di 661 Congress Street, Portland, Maine, Amerika Serikat.
Disebut Museum Cryptozoology karena koleksi yang berada di sini memuat berbagai makhluk legendaris atau yang dinyatakan tidak ada oleh biologi mainstream. Ini merunut pada Cryptozoology yang merupakan studi tentang binatang/makhluk tersembunyi. 
Meski masih merupakan hal yang janggal, Loren Coleman sebagai salah satu ahli Cryptozoology terkemuka di dunia nampaknya mempercayai keberadaan binatang-binatang itu. Selama bertahun-tahun, Coleman mengumpulkan berbagai koleksi spesimen, replika, dan artefak yang berkaitan dengan cryptid (julukan makhluknya).
Berbagai koleksi yang bisa Anda temukan di museum ini adalah Bigfoot, makhluk misterius yang dicirikan mempunyai tubuh besar dengan bulu lebat yang menutupi seluruh tubuhnya. Bigfoot dilaporkan telah dilaporkan di daerah Kanada dan Amerika Utara.
Sementara itu, di beberapa negara sosok serupa Bigfoot juga dilaporkan keberadaannya, seperti Yeti di Tibet dan Nepal, Yeren di China, dan Yowie di Australia.

Adapun makhluk lain yang ada di museum ialah coelacanth. Coelacanth adalah salah satu jenis ikan yang diperkirakan sudah punah sejak akhir masa Cretaceous, 65 juta tahun yang lalu, sampai sebuah spesimen ditemukan di timur Afrika Selatan. Adapun di Indonesia bisa ditemukan di Manado Tua, Sulawesi.

Bila tertarik melihat berbagai makhluk aneh yang melegenda, Anda bisa mengunjungi Museum Cryptozoology di 661 Congress Street, Portland, Maine, Amerika Serikat. Museum Cryptozoology buka setiap hari Rabu-Minggu mulai pukul 11.00-18.00 waktu setempat. Tiket masuknya US$5 (sekitar Rp44 ribu).

 

Minggu, 22 November 2015

Museum The Musee du Louvre



Museum Louvre (Bahasa Perancis: Musée du Louvre) terletak di benua Eropa, tepatnya di ibukota Perancis, Paris. Museum ini pada awalnya dibangun oleh Raja Phillip II di akhir abad ke-12. Pada mulanya bangunan ini dimaksudkan sebagai benteng. Namun pada tahun 1682, Raja Phillip XIV memutuskan bahwa keluarga kerajaan akan tinggal di Istana Versailles. Setelah itu, Raja memerintahkan supaya Istana Louvre digunakan sebagai tempat untuk menyimpan benda koleksi kerajaan seperti patung. Setelah Revolusi Perancis, Majelis Nasional Perancis akhirnya memutuskan agar Louvre digunakan untuk menyimpan karya-karya milik negara Perancis.


Hingga saat ini, Museum Louvre meyimpan 380.000 objek seni (dimana hanya 35.000 di antaranya yang ditampilkan) di area seluas 60.600 meter persegi. Adapun ketigapuluh lima ribu benda yang ditampilkan merupakan koleksi tetap di dalam museum (tidak akan digantikan). Adapun benda-benda seni yang ditampilkan meliputi patung, lukisan, gambar, dan berbagai temuan arkeologi. Semua benda ini dipajang sedemikian rupa selayaknya menghargai benda-benda yang selain memiliki nilai seni juga nilai sejarah yang tinggi. Tak heran jika museum ini dikunjungi hingga 15.000 orang setiap harinya. Data menunjukkan, selama sepanjang tahun 2011 Museum Louvre dicatat memperoleh 8,8 juta kunjungan yang menempatkannya sebagai museum dengan pengunjung terbanyak di Perancis, di Eropa, maupun di dunia.


secara resmi, Museum Louvre dimiliki oleh Pemerintah Perancis, sehingga biayai operasional pada mulanya ditanggung oleh Pemerintah Perancis. Namun kini biaya operasional museum ini tidak bergantung sepenuhnya kepada pemerintah. Pada tahun 2003, Museum Louvre telah mengadakan berbagai upaya untuk mencari biaya operasional sendiri. Sejak tahun 2006 porsi pembiayaan oleh pemerintah telah turun dari 75% menjadi hanya 62%. Pada tahun 2008, Pemerintah Perancis menanggung biaya operasional tahunan sebesar 180 juta dollar AS dari total 350 juta dollar AS. Adapun sisa porsi pembiayaan selama ini didapatkan dari hasil penjualan tiket, donasi, penjualan cinderamata, serta retribusi dari toko maupun food court yang membuka usahanya di area Museum Louvre.


Museum Louvre mempekerjakan dua ribu staff yang dipimpin oleh seorang direktur museum yang bertanggung jawab kepada Kementerian Kebudayaan dan Komunkasi Perancis (French Ministry of Culture and Communications).






Koleksinya merupakan karya terbaik dari berbagai belahan dunia

Walaupun terletak di Perancis, Museum Louvre menyimpan berbagai benda seni dan sejarah dari berbagai belahan dunia. Hal ini tidak terlepas dari penggunaan bangunan ini sebagai tempat menyimpan koleksi kerajaan pada zaman pemerintahan Raja Phillip II. Zaman dahulu tentu kita tahu bahwa berbagai kerajaan di seluruh dunia identik dengan perluasan wilayah kekuasaan yang ditempuh dengan berbagai cara, salah satunya adalah perang. Kerajaan Perancis kuno dalam penguasaan terhadap suatu wilayah tentu memperoleh berbagai harta benda hasil rampasan semasa perang. Nah, di Louvre-lah kerajaan ini meletakkan berbagai koleksi kerajaan yang diperoleh melalui rampasan maupun dibeli dari seniman-seniman di Perancis. Sehingga tidak heran, benda-benda yang terdapat dalam museum ini tidak hanya benda yang berhubungan dengan Perancis, namun bangsa lain juga, antara lain : benda antik Egypt atau Mesir, benda dari Persia dan Mesopotamia sebelum datangnya agama Islam, benda dari Yunani-Roma, dan masih banyak lagi.

Untuk koleksinya yang paling terkenal adalah lukisan ‘Mona Lisa’ karangan Leonardo da Vinci juga patung Venus de Milo dari zaman Yunani Kuno. Museum ini juga menyimpan berbagai lukisan dan benda lain yang dikarang oleh Leonardo da Vinci maupun seniman Eropa lainnya.


Pelajari dengan seksama sebelum  pergi ke museum ini




Museum ini buka setiap hari (kecuali selasa) dari pukul 9 pagi hingga 6 sore (9 a.m. to 6 p.m.). Khusus untuk hari Rabu dan Kamis museum ini pada sore hari hingga pukul 9:45 malam (9:45 p.m.). Museum ini tutup setiap tahun baru, Labor day (saat 1 Mei), dan hari raya Natal.
Harga tiket masuk dikenakan biaya 8,5 euro untuk melihat koleksi permanen dan koleksi sementara di Napoleon Hall. Perbedaannya adalah koleksi permanen menampilkan benda-benda paling berharga dan terkenal milik museum seperti lukisan Mona Lisa. Harga tiket masuk turun menjadi 6 euro setelah jam 6 sore (6 p.m.).  Namun jika Anda ingin menikmati seluruh benda seni di seluruh area museum ini, dikenakan harga tiket masuk sebesar 13 euro (atau 11 euro jika dibeli setelah pukul 6 sore).

 Museum ini memberikan harga tiket gratis bagi yang berusia di bawah 18 tahun (atau di bawah 26 tahun setiap hari kamis) dan orang dengan cacat fisik.

Ada baiknya sebelum mengunjungi museum ini, Anda mempelajari denah museum dan apa saja yang ingin Anda lihat sehingga perjalanan Anda di museum ini menjadi efektif dan menyenangkan.