Apakah anda pernah percaya dengan yang namanya Yeti, kemudian pegasus dan beberapa makhluk yang dapat dikatakan kebanyakan tahayul atau makhluk mistis yang biasanya kita lihat di dongeng. Pernahkah anda mengatahui kalau untuk mempelajari itu ada disiplin ilmunya kok, mungkin beberapa dari kalian jarang mendengarnya atau mungkin saja baru mengetahui ilmu yang satu ini.
Baiklah ilmu yang mempelajari tentang makhluk yang dapat dikatakan masih belum tahu benar adanya atau tidak itu disebut dengan Kriptozoologi. Kriptozoologi / Cryptozoology berasal dari berasal dari bahasa Yunani, kryptos yang artinya tersembunyi, zoologi sendiri “ilmu tentang hewan”. Secara harfiah, kriptozoologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hewan tersembunyi.
Para kriptozoolog mencari hewan yang keberadaannya belum terbuki, hewan yang punah atau hewan yang dianggap rekayasa dan muncul dalam mitos dan kesaksian banyak pihak.
Hewan yang diteliti dalam ilmu ini disebut kriptid. Kriptozoologi dapat berarti pencarian terhadap hewan yang keberadaannya belum terbukti. Hal ini meliputi pencarian spesimen hidup dari hewan yang dianggap telah punah, misalnya dinosaurus; hewan yang keberadaanya kurang terbuktikan secara fisik namun muncul dalam mitos, legenda, atau dilaporkan, misalnya Bigfoot dan Chupacabra; dan hewan liar yang berada di tempat yang tak lazim sebagai wilayah persebarannya, misalnya kucing hantu atau “ABC” (inisial yang biasa dipakai kriptozoolog untuk Alien Big Cat [kucing besar misterius])
Nah jadi bagi anda yang tertarik untuk disiplin ilmu yang satu ini mungkin perlu untuk mengunjungi yang satu ini, ada salah satu museum yang menyimpan dan memberikan banyak sekali informasi tetnang ilmu ini, silahkan anda mengunjungi Museum Kriptozoologi Internasional di Amerika Serikat. Disebut Museum Kryptozoology karena koleksi yg berada di sini memuat berbagai makhluk legendaris atau yg dinyatakan tak ada oleh biologi mainstream.
Ini merunut pada Cryptozoology yg merupakan studi tentang binatang/makhluk tersembunyi. Koleksi Makhluk Aneh Di Museum Cryptozoology. YETI, Bigfoot, atau monster danau (loch ness),
nama-nama ini sudah wara-wiri di dunia mitos seiring kemisteriusannya dan fakta-fakta yg hingga kini belum terbukti kebenarannya. Meski begitu, keberadaan makhluk yg melegenda ini dimuseumkan oleh Loren Coleman, dan Anda bisa melihatnya di Museum Cryptozoology.
Meski masih merupakan hal yg janggal, Loren Coleman sebagai salah satu ahli Cryptozoology terkemuka di dunia nampaknya mempercayai keberadaan binatang-binatang itu. Selama bertahun-tahun, Coleman mengumpulkan berbagai koleksi spesimen, replika, dan artefak yg berkaitan dengan cryptid. Adapun makhluk lain yg ada di museum ialah coelacanth. Coelacanth adl salah satu jenis ikan yg diperkirakan sudah punah sejak akhir masa Cretaceous, 65 juta tahun yg lalu, sampai sebuah spesimen ditemukan di timur Afrika Selatan.
Adapun di Indonesia bisa ditemukan di Manado Tua, Sulawesi. Satu lagi makhluk aneh lain ialah putri duyung Fiji. makhluk ini digambarkan sebagai sosok gabungan mamalia dan ikan. Penggambaran sosoknya sangat aneh. Selain Bigfoot, putri duyung Fiji, dan coelacanth, masih ada beberapa makhluk aneh lain yg bisa Anda lihat. Bila tertarik melihat berbagai makhluk aneh yg melegenda, anda bisa mengunjungi Museum Cryptozoology di 661 Congress Street, Portland, Maine, Amerika Serikat.
Disebut Museum Cryptozoology karena koleksi yang berada di
sini memuat berbagai makhluk legendaris atau yang dinyatakan tidak ada oleh
biologi mainstream. Ini merunut pada Cryptozoology yang merupakan studi tentang
binatang/makhluk tersembunyi.
Meski masih merupakan hal yang janggal, Loren
Coleman sebagai salah satu ahli Cryptozoology terkemuka di dunia nampaknya
mempercayai keberadaan binatang-binatang itu. Selama bertahun-tahun, Coleman
mengumpulkan berbagai koleksi spesimen, replika, dan artefak yang berkaitan
dengan cryptid (julukan makhluknya).
Berbagai koleksi yang bisa Anda temukan di museum ini adalah
Bigfoot, makhluk misterius yang dicirikan mempunyai tubuh besar dengan bulu
lebat yang menutupi seluruh tubuhnya. Bigfoot dilaporkan telah dilaporkan di
daerah Kanada dan Amerika Utara.
Sementara itu, di beberapa negara sosok serupa Bigfoot juga
dilaporkan keberadaannya, seperti Yeti di Tibet dan Nepal, Yeren di China, dan
Yowie di Australia.
Adapun makhluk lain yang ada di museum ialah coelacanth.
Coelacanth adalah salah satu jenis ikan yang diperkirakan sudah punah sejak
akhir masa Cretaceous, 65 juta tahun yang lalu, sampai sebuah spesimen
ditemukan di timur Afrika Selatan. Adapun di Indonesia bisa ditemukan di Manado
Tua, Sulawesi.
Bila tertarik melihat berbagai makhluk aneh yang melegenda,
Anda bisa mengunjungi Museum Cryptozoology di 661 Congress Street, Portland,
Maine, Amerika Serikat. Museum Cryptozoology buka setiap hari Rabu-Minggu mulai
pukul 11.00-18.00 waktu setempat. Tiket masuknya US$5 (sekitar Rp44 ribu).
Sumber : http://cryptomundo.com/cryptozoo-news/dimuseumkan/
http://eljohn.media/museum-kriptozoologi-internasional-museum-yang-tidak-biasa/







Hai, nama saya Moudy Yunora. Saya seorang pengamat mahluk kriptid di Komunitas BetaUFO. Sedang mempublikasikan video analisa saya tentang sesosok mahluk misterius, Anjing Vampir yang telah saya amati sejak 2006 lalu melalui kliping artikel media massa.
BalasHapusPernahkan anda mendengar tentang kasus ternak mati misterius di Indonesia dan menurut anda siapakah pelakunya? Hewan predator alami kita?
Bagaimana jika saya ungkapkan data bahwa kasus serupa pernah terjadi di Puerto Rico Meksiko pada tahun 1995 yang kemudian melahirkan legenda mahluk misterius bernama Chupacabra?
Mari para open-minded, simak video analisa saya tentang mahluk bernama Anjing Vampir yang telah saya amati sejak tahun 2006, like dan subcribe agar tidak ketinggalan video terbaru.
#PemburuAnjingVampir
#BetaUFO
https://www.youtube.com/watch?v=l7Q4wusuGyQ&t=94s
terimakasih
https://linki.ee/PemburuAnjingVampir